Cara Beli Rumah di Usia Muda

Memiliki hunian pribadi adalah wishlist dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Kita semua tentu ingin ketika kelak pensiun, bisa menikmati kehidupan yang nyaman tanpa perlu memikirkan biaya sewa kontrakan atau kost. Di samping itu, rumah merupakan aset yang bisa diwariskan pada generasi penerus kita.

Banyak hal yang mendasari keinginan untuk beli rumah di usia muda. Salah satunya adalah kekhawatiran akan naiknya harga properti dari tahun ke tahun. Karena itu, sangat wajar jika para generasi muda alias milenial harus bekerja keras untuk memiliki hunian.

Membicarakan soal hambatan untuk bisa punya rumah memang seolah tiada habisnya. Meskipun begitu, masih ada beragam cara beli rumah di usia muda yang layak untuk anda coba. Sudahkah anda mulai menabung untuk beli rumah?

Terapkan 5 Tips Beli Rumah Pertama Berikut Ini

Miliki Penghasilan Bulanan 

Langkah awal untuk bisa beli rumah di usia muda adalah memiliki pemasukan. Anda harus punya penghasilan baik itu dari berdagang, maupun menjadi pegawai negeri, maupun swasta.

Jika anda masih belum ada penghasilan, tentu akan sulit menyisihkan uang untuk membeli rumah. Pihak bank juga kesulitan untuk meloloskan permintaan KPR anda. Padahal, beli rumah di usia muda melalui KPR adalah salah satu cara yang realistis.

Tentukan Harga Rumah yang Diinginkan

Untuk memiliki perkiraan harga properti idaman, Anda bisa datang ke pameran properti atau datang ke kantor developer. Di masa pandemi seperti saat ini, sudah banyak juga yang menyelenggarakan pameran properti online sehingga Anda tidak perlu keluar rumah.

Pada umumnya, untuk beli rumah pertama secara KPR membutuhkan DP sebesar 20-30%. Perhatikan ilustrasi berikut ini: 

  • Anda menginginkan rumah seharga 400 juta rupiah, maka uang yang harus dikumpulkan untuk DP 30% sebesar 120 juta rupiah. 
  • Fokuskan 5 tahun pertama Anda untuk mendapatkan uang 120 juta tersebut. 
  • Jika dengan perhitungan 120,000,000:(12×5)= 2,000,000 
  • Maka setiap bulannya, anda perlu menyisihkan dana sebesar 2 juta rupiah.

Perlu diingat, ini hanyalah perhitungan kasar. Anda tentu juga perlu mempertimbangkan soal biaya administrasi, kenaikan bunga KPR, dan biaya-biaya tambahan lainnya.

Putar Aset Anda Melalui Investasi

Zaman sekarang, investasi adalah hal yang wajib dilakukan. Jika hanya menyimpan uang di bank, risiko nilai uang tergerus inflasi dan besar bunga yang tidak sebanding dengan biaya administrasi bank malah bisa membuat Anda rugi. 

Jenis-jenis investasi sangat beragam, mulai dari deposito, reksadana, emas, dan saham. Deposito merupakan bentuk investasi yang paling aman, namun imbal hasilnya paling rendah. Besar bunga deposito dalam satu tahun berkisar antara 3-5%. 

Sementara itu, saham merupakan investasi yang imbal hasilnya paling tinggi, berbanding lurus dengan risiko pergerakan harga asetnya yang cukup tajam. Dalam kondisi perekonomian yang bagus, imbal hasil saham bisa mencapai 10-20%.Tetapi, risiko penurunan harga aset di saham juga perlu diwaspadai. 

Pilihlah lembaga-lembaga investasi yang sudah diawasi oleh OJK dan jangan menaruh seluruh dana Anda hanya dalam satu keranjang. Untuk kebutuhan jangka panjang seperti membeli rumah, reksadana campuran dan saham menawarkan imbal hasil yang cukup menarik. 

Atur Gaya Hidup Anda

Mulailah tanyakan pada diri Anda sendiri, mana yang merupakan kebutuhan? Mana yang termasuk keinginan? Bisa makan 3x sehari adalah kebutuhan, sementara makan 3x sehari dengan menu yang harganya 100 ribu ke atas adalah keinginan. Begitu juga dengan membeli baju-baju kelas premium, koleksi sepatu desainer, serta ajakan untuk nongkrong di cafe. 

Sesekali, anda mungkin ingin melakukan self reward dengan membeli makanan mahal dan aktivitas mewah lainnya, namun jika hal ini menjadi kebiasaan, tentu akan mengganggu kesehatan finansial. Mulailah untuk berdisiplin dengan diri sendiri dan fokus pada tujuan utama: Mengumpulkan DP untuk membeli rumah sebelum pensiun.

Cari Pemasukan Ekstra

Anda mungkin telah berusaha mengatur gaya hidup, disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta berinvestasi. Namun, bagaimana jika ternyata uang yang dimiliki dari pekerjaan utama belum cukup untuk memenuhi target beli rumah di usia muda? 

Kasus ini sering terjadi pada anak muda Indonesia, terutama mereka yang menjadi generasi sandwich. Di satu sisi, mereka memiliki kebutuhan pribadi dan mulai berkeluarga. Di sisi lain, ada orangtua yang membutuhkan dukungan finansial karena faktor kesehatan dan semacamnya. 

Walau terasa berat, mencari pemasukan ekstra menjadi opsi yang harus dipilih. Anda bisa menambah penghasilan dengan cara membuka online shop, berdagang, menjadi trader forex atau saham, maupun menawarkan jasa sebagai freelancer. Jika anda memiliki skill fotografi, desain, maupun menulis, terus asah kemampuan tersebut dan manfaatkan sebaik mungkin. Meskipun membutuhkan usaha ekstra, menabung untuk beli rumah di usia muda bukanlah hal yang mustahil.

Selain melakukan 5 langkah di atas, anda juga perlu menjaga kesehatan laporan keuangan agar lolos BI checking dan mendapat persetujuan KPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.